Hukum & Kriminalitas


Kamis, 25/08/2011 16:56 WIB 

Wikileaks: AS Memetakan Antara BHD, Ito & Susno

Fitraya Ramadhanny - detikNews




Jakarta - Institusi Polri rupanya tidak luput dari pantauan AS. Wikileaks mengungkap kawat diplomatik Kedubes AS Jakarta bagaimana mereka memetakan tokoh-tokoh kunci Polri di era Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD). AS menganggap reputasi Polri hancur akibat kasus Cicak vs Buaya.

Kawat diplomatik berkode 09JAKARTA2012 bertanggal 8 Desember 2009 diungkap Wikileaks di situs resminya, Rabu (24/8). "Masalah antara Polri dan KPK telah merusak reputasi Kapolri Bambang Hendarso Danuri dan seluruh Polri," demikian ringkasan kawat tersebut.

Tokoh kunci yang menjadi perhatian selain Kapolri BHD adalah Kabareskrim Komjen Susno Duadji dan penggantinya Komjen Ito Sumardi. All the President's Men, begitu kedubes AS menyebutnya, karena hubungan mereka bertiga dengan Presiden SBY.

"Danuri dan Susno sudah lama punya hubungan dengan SBY, begitu juga pengganti Susno, Ito Sumardi," demikian ungkap Kedubes AS.

BHD disebut sebagai seorang perfeksionis yang rajin merotasi para perwiranya. Saat kasus Cicak vs Buaya mencuat, BHD diangap pasang badan untuk Susno. Susno kemudian diganti dan Kedubes memantau Ito sudah diatur untuk menggantikan Susno. Bagaimana Kedubes melihat Ito?

"(Ito) Sumardi datang sebagai seseorang yang mendorong hubungan lebih dekat dengan AS. Dia responsif dan berpikiran reformis. Perlu dilihat bagaimana dia menghadapi berbagai tekanan dari situasi yang diwarisi untuknya," kata Kedubes.

Bagaimana dengan Susno? Dalam terminologi Cicak vs Buaya, Kedubes AS menyebutnya sebagai 'a muzzled crocodile' alias buaya yang diberangus. Susno memegang kunci atas kasus Bank Century.

"Susno tahu mungkin lebih banyak dari orang lain terkait penyelidikan Bank Century. Tapi pertanyaannya apa yang sebenarnya dia tahu dan apakah dia akan tetap bungkam," kata mereka.

Susno disebut Kedubes AS pernah curhat kepada pejabat Kedubes AS. "Dia sangat marah dan mengeluh kepada pejabat Kedubes AS saat tahu ponselnya disadap KPK," jelasnya.



NEWS » Nusantara

Kawanan Perampok Bantai Bule Inggris

Rohmat - Okezone
Rabu, 24 Agustus 2011 23:12 wib
 6  2 
 0
Ilustrasi
Ilustrasi
KUTA - Aksi perampokan sadis menimpa John Keit, bule berkewarganegaan Inggris yang tinggal di Vila Santika, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Bali. Kondisi Keit, kritis setelah dibantai kawanan perampok dini hari tadi.

Keith dan Nurhayati yang berasal dari Bandung, Jawa Barat itu, menjadi korban aksi perampokan bersenjata tajam yang menyatroni vila tempat mereka tinggal.

Kejadiannya tadi pagi sekira pukul 01.00 WITA," kata Kabag Operasional Polresta Denpasar Kompol IGN Sukamertha dihubungi okezone, Rabu (24/8/2011). Hingga kini, korban masih dalam perawatan intensif akibat luka yang dialaminya terkena tusukan senjata tajam.

Keterangan dihimpun, kejadian berawal saat korban tengah beristirahat di vilanya. Tanpa diduga, pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang itu berhasil manyelinap masuk vila.

Melihat kedatangan para pelaku yang sebagian memakai penutup wajah itu, korban sempat melakukan perlawanan. Hal itu membuat perampok makin nekat sehingga bertindak brutal.

Salah seorang perampok bahkan menusuk korban hingga bule tersebut terkapar bersimbah darah. Setelah melumpuhkan Keit dan Nurhayati, kawanan begal itu segera menguras barang berharga milik korban.

Mereka berhasil menggasak 2 buah komputer jinjing, 2 paspor, 6 buah cincin emas, sebuah gelang emas dan uang tunai totalnya sebesar Rp5 juta.

Usai menguras harta benda korban, keenam pelaku langsung kabur dan hilang dalam kegelapan. Hingga kini polisi masih melakukan olah TKP serta mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.

Hingga kini pelaku masih dalam pengejaran, tidak hanya mengerahkan jajaran kepolisian Kuta Selatan dan Polresta Denpasat namun juga tim buru sergap Polda Bali, mem-bakcup untuk memburu kawanan perampok.

(ded)





Kamis, 25/08/2011 12:08 WIB 

Cicit Soeharto Berharap Bebas dan Berlebaran Dengan Keluarga


Ari Saputra - detikNews





Jakarta - Cicit Soeharto, Putri Ariyanti berharap pengadilan membebaskan dirinya dari tuntutan 1 tahun penjara karena kasus narkoba. Sebab, dara 22 tahun ini kangen berlebaran dengan keluarga.


"Harapannya ya sesuai yang diinginkan, sesuai pledoi. (Kalau terpenuhi) bisa langsung bertemu keluarga. Lebaran," kata Putri Ariyanti saat menunggu vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/8/2011).


Pledoi (pembelaan) Putri yang dibuat tim pengacaranya meminta Putri tidak dihukum penjara karena kedapatan di Hotel Maharani dengan 0,08 gram sabu-sabu. Ia meminta direhabilitasi atau melakukan terapi untuk menghilangkan kecanduan terhadap barang terlarang tersebut.


"Kami sangat konsen dengan kondisi psikis klien. Klien kami sering mengalami gangguan kesehatan. Kami mohon untuk majelis hakim mengizinkan agar berada di RS sambil menjalani rehabilitasi," kata salahsatu kuasa hukum Putri, Hadi Sukrisno usai pembacaan pledoi, Senin pekan lalu.


Selama menunggu sidang, orangtua Putri, Ari Sigit dan Rika Chalebot menemani Putri di ruang tunggu tahanan. Keluarga cendana tersebut terlihat rukun, saling peluk dan melempar cerita untuk menunggu. Mereka juga melayani permintaan wartawan untuk foto bersama.